Kamis, 18 Agustus 2016

IP Address Dan Subnetting Full Dengan Cara Mudah

IP address

IP  address  adalah  alamat  yang  diberikan  pada  jaringan  komputer  dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas  32  bit  angka  biner  yang  dapat dituliskan  sebagai  empat  kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 172.16.254.1
Pembagian IP

       IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network  ID menentukan  alamat  jaringan  komputer,  sedangkan  host  ID menentukan  alamat  host  (komputer,  router, switch).  Oleh  sebab  itu  IP address  memberikan alamat  lengkap  suatu  host  beserta  alamat jaringan di mana host itu berada.

Kelas-kelas IP Address

Untuk  mempermudah pemakaian, bergantung  pada kebutuhan pemakai, IP   address   dibagi   dalam   tiga   kelas   seperti   diperlihatkan   pada   tabel dibawah
Kelas D dan E tidak termasuk


SUBNETTING
Setiap perangkat jaringan baik komputer, router, ataupun yang lain harus memiliki identitas yang unik. Pada layer network, paket-paket komunikasi data memerlukan alamat pengirim dan alamat penerima dari kedua perangkat yang berkomunikasi. Dengan menggunakan IPv4, berarti setiap paket akan memiliki 32-bit address komputer pengirim dan 32-bit address komputer penerima dalam IP Header paket.

Untuk menghitung Subnetting Haruslah terlebih dahulu memahami cara konversi bilangan binner ke desimal.

Format IP address seperti berikut.
192           .    168      .   10         .       1
11000000 .10101000.00001010.00000001
8 bit          8 bit          8 bit         8 bit

Nilai dalam desimal
       128        64      32       16        8        4        2        1
Bit ke-1      ke-2    ke-3    ke-4    ke-5   ke-6   ke-7   ke-8

Cara Konversi Bilangan Binner ke Desimal dengan mudah.

bit ke – 1 bernilai 128
bit ke – 2 bernilai 64
bit ke – 3 bernilai 32
bit ke – 4 bernilai 16
bit ke – 5 bernilai 8
bit ke – 6 bernilai 4
bit ke – 7 bernilai 2
bit ke – 8 bernilai 1

Misal, dengan menggunakan tabel diatas, 8 bit 11110000 ini dapat kita konversi menjadi bilangan desimal seperti berikut :
Nilai dalam desimal   :128   64   32   16   8   4   2   1
Bit                                :  1      1     1     1    0    0  0   0

Jika angka biner bernilai 0 maka dalam desimal juga 0. Jika dalam binner bernilai 1 maka pada desimal juga bernilai sesuai dengan bil bitnya.

HASIL diatas = 11110000 = 128+64+32+16+0+0+0+0 = 240

Sebelum melakukan subnetting, kalian harus tau terlebih dahulu mana Network ID dan Host ID. Karena pada subnetting ini yang kita hitung pada Host ID nya saja. Misalnya Kita tentukan subnetting dari ip 192.168.10.1/26 kelas C

IP 192.168.10.1/26 kelas C

  • Menentukan Subnetmasknya.
  • Menentukan Jumlah Subnetnya.
  • Menentukan Jumlah IP validnya.


Penjelasan :

1.Subnetmask.
      Diketahui IP tersebut /26.berarti bilangan binner yang angka 1 berjumlah 26.
11111111.11111111.11111111.11000000   =/26
Ubah ke desimal supaya mendapatkan netmasknya.
11111111.11111111.11111111.11000000
     255    .    255    .     255   .      192     = inilah Netmasknya


2. Jumlah Subnet.

Diketahui netmasknya yaitu :
11111111.11111111.11111111 | .11000000
Net ID                 | Host ID

Jumlah Subnet = 2x      > Yang mana x = bil binner bernilai 1.
.11000000  berarti  Subnet : 2(2)  =  4 SUBNET. 


3. Jumlah Host.

Jumlah Host = 2y - 2    > y = bil binner bernilai 0.

.11000000  berarti  2(6) – 2 = 64 – 2 = 62 HOST.


KESIMPULAN.
IP = 192.168.10.1/26
Mask = 255.255.255.192

Hasil


Begitulah contoh dari Subnetting dari Kelas C. Untuk Kelas A dan B tinggal Menyesuaikan Dari Host ID dari masing masing Kelas.

Previous Post
Next Post

0 Please Share a Your Opinion.: